Publikasi Ilmiah Dosen UNESA Tembus Jurnal Scopus Q1 Springer Nature, Perkuat Roadmap Riset Nanomedisin Indonesia
Surabaya – Komitmen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam menghasilkan riset berkualitas internasional kembali membuahkan prestasi. Prof. Munasir bersama tim penelitinya berhasil menerbitkan artikel ilmiah berjudul "Trends and Thematic Development of Mesoporous Silica Nanoparticles for Drug Delivery Systems: A Scientometric and Patent Landscape Review" pada Journal of Nanoparticle Research, jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 yang diterbitkan oleh Springer Nature.
Publikasi ini menjadi salah satu kontribusi penting Indonesia dalam memetakan perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi global di bidang nanomedisin, khususnya pemanfaatan mesoporous silica nanoparticles (MSNs) sebagai sistem penghantaran obat (drug delivery systems). Berbeda dengan artikel review pada umumnya, penelitian ini mengintegrasikan analisis publikasi ilmiah dan lanskap paten internasional sehingga mampu memberikan gambaran yang komprehensif mengenai arah perkembangan riset, peluang inovasi, serta potensi komersialisasi teknologi penghantaran obat berbasis nanomaterial.
Menggunakan data dari Scopus dan Lens.org, tim peneliti menganalisis 1.715 publikasi ilmiah dan 121 dokumen paten yang diterbitkan sepanjang periode 2005–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian mengenai nanopartikel silika mesopori mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam dua dekade terakhir, terutama pada pengembangan sistem penghantaran obat bertarget, terapi kanker, sistem pelepasan obat yang responsif terhadap perubahan lingkungan biologis (stimuli-responsive drug delivery), hingga platform nanomedisin multifungsi.
Prof. Munasir menjelaskan bahwa penelitian ini tidak hanya menyajikan perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memetakan perjalanan inovasi teknologi dari perspektif kekayaan intelektual.
"Melalui penelitian ini kami ingin menunjukkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan inovasi teknologi. Analisis publikasi ilmiah dan paten memungkinkan peneliti memahami tren riset global, membangun kolaborasi internasional, sekaligus mengidentifikasi peluang penelitian yang memiliki dampak tinggi bagi pengembangan teknologi kesehatan di masa depan," jelas Prof. Munasir.
Kajian tersebut menunjukkan bahwa China, Amerika Serikat, dan Spanyol merupakan negara dengan kontribusi terbesar dalam pengembangan riset MSNs untuk sistem penghantaran obat. Sementara itu, analisis paten memperlihatkan bahwa inovasi dunia telah bergeser dari desain nanopartikel sederhana menuju sistem penghantaran obat yang semakin cerdas, seperti teknologi penghantaran obat bertarget, kemampuan menembus blood-brain barrier, platform terapi multifungsi, hingga teknologi produksi dalam skala industri.
Di sisi lain, penelitian ini juga mengungkap bahwa sebagian besar inovasi tersebut masih berada pada tahap pengembangan material dan praklinis. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan yang berfokus pada translasi teknologi menuju aplikasi klinis, peningkatan skala produksi, serta aspek regulasi agar teknologi penghantaran obat berbasis nanomaterial dapat dimanfaatkan secara luas dalam pelayanan kesehatan.
Publikasi ini merupakan hasil kolaborasi peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Malang (UM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Andalas. Kolaborasi multidisiplin tersebut mencerminkan semakin kuatnya jejaring riset nasional dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang diakui di tingkat internasional sekaligus memperkuat ekosistem penelitian di bidang material maju dan nanomedisin.
Lebih dari sekadar publikasi ilmiah, artikel review ini menjadi landasan ilmiah (scientific roadmap) dalam penyusunan arah penelitian nanomedisin yang sedang dikembangkan oleh Prof. Munasir bersama tim penelitinya melalui kolaborasi dengan peneliti dari Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hasil pemetaan tren publikasi dan lanskap paten global dimanfaatkan sebagai dasar dalam merancang penelitian eksperimental yang memiliki tingkat kebaruan tinggi serta berorientasi pada kebutuhan masa depan di bidang teknologi kesehatan.
Saat ini, kelompok riset tersebut tengah mengembangkan berbagai inovasi berbasis silika mesopori melalui sejumlah skema pendanaan nasional yang kompetitif. Di antaranya adalah penelitian Rekayasa Nanokarrier Fe₃O₄@mSiO₂/Zeolit NA-PEG Berbasis Silika Mesopori dari Limbah Sekam Padi untuk Penghantaran Doksorubisin Responsif pH yang didanai melalui Program Riset Kesehatan–RIIM BRIN, Pengembangan Hidrogel Bioinspirasi Berbasis ZnO-Termodifikasi Silika dengan Kurkumin sebagai Wound Dressing Berkinerja Tinggi yang didukung Skema Penelitian Fundamental Kemendiktisaintek, Produksi Kolagen/Hidroksiapatit/Silika Nanokomposit Berbasis Limbah Ikan dan Bahan Alam untuk Suplemen Kesehatan melalui Skema RIKUB Kemendiktisaintek, serta Studi Biokompatibilitas In Vitro Nanopartikel Magnetik Ag-Fe₃O₄@mSiO₂ sebagai Sistem Penghantaran Obat (Drug Delivery System) Kurkumin yang didukung oleh pendanaan penelitian dasar Universitas Negeri Surabaya.
Menurut Prof. Munasir, rangkaian penelitian tersebut merupakan implementasi nyata dari roadmap riset yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir. Kajian scientometric dan analisis paten yang dipublikasikan pada Journal of Nanoparticle Research tidak hanya memberikan gambaran perkembangan ilmu pengetahuan dunia, tetapi juga menjadi kompas dalam menentukan arah penelitian yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi teknologi kesehatan yang inovatif, bernilai tambah, dan berpotensi dihilirisasikan.
Publikasi pada jurnal Scopus Q1 yang diterbitkan oleh Springer Nature semakin memperkuat posisi UNESA sebagai perguruan tinggi yang aktif menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang nanomaterial, nanomedisin, dan material maju. Lebih jauh lagi, hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi penting bagi akademisi, industri, maupun pembuat kebijakan dalam merancang strategi pengembangan teknologi penghantaran obat berbasis nanomaterial yang lebih efektif, aman, dan berkelanjutan.
Menutup keterangannya, Prof. Munasir menegaskan bahwa tujuan utama penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah.
"Publikasi merupakan salah satu indikator keberhasilan riset, tetapi tujuan akhirnya adalah menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap rangkaian penelitian yang sedang kami kembangkan dapat melahirkan teknologi penghantaran obat, biomaterial, dan perangkat kesehatan berbasis nanoteknologi yang dapat mendukung kemandirian teknologi kesehatan Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di masa depan."
Dengan dukungan pendanaan kompetitif, kolaborasi antarlembaga, serta keterlibatan mahasiswa dalam berbagai tahapan penelitian, kelompok riset nanomaterial FMIPA UNESA optimistis dapat terus menghasilkan inovasi yang tidak hanya memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta riset dan inovasi nanomedisin dunia.





