Tiga Tahun Meneliti Fotokatalis Ramah Lingkungan, Tim Riset FMIPA UNESA Tembus Jurnal Scopus top persentil 10%
Tiga Tahun Meneliti Fotokatalis Ramah Lingkungan, Tim Riset FMIPA UNESA Tembus Jurnal Scopus top persentil 10%
Surabaya – Konsistensi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam mengembangkan riset berkelas dunia kembali membuahkan hasil membanggakan. Tim peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNESA berhasil mempublikasikan hasil riset unggulan bidang lingkungan pada Journal of Environmental Sciences, jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 dengan CiteScore Percentile 96% yang diterbitkan oleh Elsevier. Publikasi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan di laboratorium UNESA mampu mendapat pengakuan dari komunitas ilmiah internasional.
Artikel berjudul "Phytochemical-assisted synthesis of TiO₂/graphene oxide nanocomposite using Syzygium cumini for enhanced photocatalytic degradation of organic pollutants in aqueous systems" mengangkat pendekatan green synthesis dalam pengembangan material fotokatalis untuk mengatasi pencemaran air akibat limbah zat warna organik. Penelitian menunjukkan bahwa material nanokomposit TiO₂/Graphene Oxide yang disintesis menggunakan ekstrak daun juwet (Syzygium cumini) mampu mendegradasi polutan organik hingga 99,2%, sekaligus menawarkan proses sintesis yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional.
Namun, capaian tersebut bukanlah hasil yang diperoleh dalam waktu singkat. Menurut Prof. Munasir, keberhasilan publikasi pada salah satu jurnal lingkungan paling bergengsi di dunia merupakan buah dari perjalanan riset yang telah dibangun secara konsisten selama tiga tahun terakhir.
"Riset tidak pernah selesai dalam satu eksperimen. Dibutuhkan proses panjang, mulai dari menemukan ide, melakukan sintesis material, karakterisasi, pengujian performa, hingga penyempurnaan berdasarkan masukan para reviewer internasional. Publikasi ini merupakan hasil dari kerja keras yang dilakukan secara berkesinambungan," ungkapnya.
Selama kurun waktu tersebut, kelompok riset fotokatalis FMIPA UNESA secara intensif mengembangkan berbagai material semikonduktor berbasis nanoteknologi untuk aplikasi remediasi lingkungan, khususnya pengolahan limbah cair. Berbagai inovasi yang dihasilkan tidak hanya memanfaatkan material berperforma tinggi, tetapi juga mengedepankan prinsip green chemistry dengan menggunakan bahan-bahan alami sebagai agen pereduksi dan penstabil dalam proses sintesis.
Keberhasilan tersebut didukung melalui pendanaan penelitian dari FMIPA Universitas Negeri Surabaya, yang secara konsisten mendorong pengembangan riset unggulan berbasis kebutuhan masyarakat dan Sustainable Development Goals (SDGs). Dukungan pendanaan tersebut memungkinkan penelitian dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari eksplorasi material, pengembangan teknologi, hingga publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
Yang menarik, penelitian ini juga menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa. Sejumlah mahasiswa sarjana maupun pascasarjana terlibat langsung dalam setiap tahapan penelitian, mulai dari sintesis material, karakterisasi menggunakan berbagai instrumen laboratorium, pengujian aktivitas fotokatalitik, hingga penyusunan publikasi ilmiah. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari implementasi budaya research-based learning yang terus dikembangkan di UNESA.
Selain melibatkan mahasiswa, penelitian juga dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi nasional, di antaranya Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kolaborasi multidisiplin tersebut memperkuat kualitas penelitian, memperluas jejaring ilmiah, sekaligus meningkatkan daya saing publikasi di tingkat internasional.
Perjalanan riset selama tiga tahun tersebut telah menghasilkan berbagai luaran strategis. Selain publikasi pada jurnal bereputasi internasional Q1 dan Q2, sejumlah inovasi material fotokatalis yang dikembangkan juga telah memperoleh Hak Paten, menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki potensi untuk dihilirisasi menjadi teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri.
Publikasi pada Journal of Environmental Sciences menjadi salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan riset tersebut. Jurnal yang diterbitkan Elsevier ini dikenal memiliki standar seleksi yang sangat ketat dan menjadi salah satu rujukan utama bagi para peneliti di bidang ilmu lingkungan, material maju, serta teknologi pengolahan limbah. Keberhasilan menembus jurnal dengan percentile 96% menunjukkan bahwa kualitas penelitian yang dilakukan di UNESA telah sejajar dengan hasil riset dari berbagai universitas dan lembaga penelitian terkemuka dunia.
Prof. Munasir berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi sivitas akademika UNESA untuk terus membangun budaya riset yang produktif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
"Target kami bukan hanya menghasilkan publikasi bereputasi internasional, tetapi juga menciptakan teknologi yang mampu memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi fondasi pengembangan teknologi pengolahan air yang lebih efisien, berkelanjutan, dan siap diimplementasikan pada masa mendatang."
Ke depan, kelompok riset fotokatalis FMIPA UNESA akan terus mengembangkan material generasi baru berbasis nanoteknologi untuk aplikasi lingkungan dan energi bersih. Dengan dukungan pendanaan, kolaborasi nasional maupun internasional, serta keterlibatan aktif mahasiswa, UNESA optimistis dapat terus menghasilkan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta riset global.





